Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-

Minggu, 28 Februari 2016

Dan Van Gaal pun 'Diving' di Pinggir Lapangan


 Dan Van Gaal pun Diving di Pinggir Lapangan

Ada banyak hal untuk diingat suporter Manchester United dari kemenangan timnya atas Arsenal. Selain sensasi Marcus Rashford ada juga Louis van Gaal dengan aksi teatrikal, yang sensasional untuk ukuran dirinya.

Kemenangan 3-2didapat Manchester United saat menjamu Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (28/2/2016) malam WIB. Dalam laga di Old Trafford itu Marcus Rashford jadi bintang dengan dua gol dan satu assist-nya.

Aksi-aksi Rashford jadi highlight dari kemenangan 'Setan Merah' itu. Juga menjadi sensasi dalam laga itu adalah tingkah polah Van Gaal di pinggir lapangan.

[Baca juga: Marcus Rashford: Dua Debut, Empat Gol]

Meski tengah dalam tekanan hebat akibat penampilan MU yang jauh dari oke, Van Gaal masih punya selera humor. Itu dia tunjukkan saat dia memprotes ofisial keempat.

Momen tersebut terjadi saat laga tersisa sekitar 10 menit dengan kedudukan sementara 3-2. Beberapa insiden terjadi di atas lapangan dalam beberapa menit sebelumnya itu, dengan salah satunya aksi dorong Ander Herrera dengan Aaron Ramsey dan diving Alexis Sanchez.

Adalah diving Sanchez yang membuat Van Gaal sampai memprotes ofisial pertandingan. Van Gaal turun dari kursinya dan menghampiri Mike Dean untuk melontarkan keberatan.

Van Gaal sepertinya merasa kalau protes verbal saja tak cukup, maka dia memperagakan apa yang baru saja dilihat. Di depan Mike Dean dia tiba-tiba saja menjatuhkan dirinya. Dari posisi berbaring di atas rumput dia kembali mengajukan protes pada ofisial keempat itu.

Aksi teatrikal tersebut sangat berbeda dengan karakter Van Gaal yang dikenal belakangan ini. Dia adalah manajer yang lebih banyak duduk di bench dan sibuk sendiri dengan buku catatan dan pinsilnya. Seperti diakui Van Gaal beberapa waktu lalu, menjadi ekspresif di pinggir lapangan bukan lagi gayanya.


Alasan Van Gaal tak lagi ekspresif di pinggir lapangan terkait dengan laga final Liga Champions tahun 1995. Bersama Ajax Amsterdam saat itu dia membuat kejutan dengan mengalahkan AC Milan. Manajer asal Belanda itu memprotes pelanggaran keras yang dilakukan Marcel Desailly pada strikernya, Jari Litmanen. Demi mengajukan protes pada wasit, Van Gaal sampai mempraktekkan gaya tendangan karate.

Tapi aksinya itu tetap tak membuat wasit mengubah keputusan. Ajax memang menang dan jadi juara, tapi Van Gaal tetap kesal pada wasit atas keputusan tidak menghukum Desailly dan gagal dapat penalti.

"Setiap manajer punya identitasnya masing-masing, kepribadian sendiri-sendiri dan juga filosofinya. Saat saya memulai karier (sebagai pelatih), saya seperti (Jurgen) Klopp," ucap Van Gaal membandingkan dirinya dengan gaya ekspresif manajer Liverpool beberapa waktu lalu.

0 komentar:

Posting Komentar