Rabu, 02 Maret 2016
Home »
» Hari Sempurna Buat Mata: Jadi Kapten dan Cetak Gol Kemenangan
Hari Sempurna Buat Mata: Jadi Kapten dan Cetak Gol Kemenangan
Gelandang Manchester United, Juan Mata, dapat tugas tambahan pada laga melawan Watford, Kamis (3/3/2016) dini hari WIB. Selain jadi kreator serangan, ia juga diberikan tanggung jawab sebagai kapten tim.
Mata mengemban ban kapten tim setelah kapten United, Wayne Rooney, belum bisa tampil akibat cedera. Sementara itu, wakil Rooney, Michael Carrick, yang dalam beberapa laga terakhir bermain sebagai bek tengah, diistirahatkan. Kapten ketiga United, Chris Smalling, juga sedang menepi lantaran cedera.
Jadilah Mata, pemain paling tua dalam starting XI United pada laga melawan Watford, diserahi ban kapten. Gelandang asal Spanyol berusia 27 tahun itu harus memimpin sejumlah pemain muda seperti Tim Fosu-Mensah (18 tahun), Marcus Rashford (18), Guillermo Varela (22), hingga Anthony Martial (20) dan Mamphis Depay (22).
Awalnya, Mata sempat kesulitan. Pressing ketat yang dilakukan oleh Watford sempat membuat lini belakang United grogi dan bikin kesalahan sendiri. Di luar itu, mereka juga kesulitan untuk membangun serangan dari lini belakang.
Mata pun sempat kesulitan lantaran pressing ketat itu. Dengan tinggi 170 cm, Mata tampak kelewat mungil jika dibandingkan dengan gelandang-gelandang dan bek-bek Watford yang berbadan besar.
Berulang kali ia kehilangan bola karena jangkauannya terlalu pendek. Kekurangan postur ini sendiri diakui oleh manajer United, Louis van Gaal.
"Pertandingan ini juga mengandalkan adu fisik, dan lihatlah postur tubuh lawan kami dibandingkan dengan kami. Itu juga membuat kami kesulitan," kata Van Gaal.
Semuanya berubah ketika Van Gaal mengubah bentuk formasi di babak kedua. Ia memainkan Anthony Martial sebagai penyerang tengah dan memindahkan Marcus Rashford sebagai penyerang sayap kanan. Rashford tampil lebih bagus dari sayap, di mana ia berulang kali melakukan tusukan dan memberikan operan yang menghasilkan peluang. Sementara, Martial bisa menerobos dari tengah dengan kecepatannya.
Di tengah momentum bagus itu, permainan Mata juga membaik. Beberapa kali ia mengarsiteki peluang yang didapatkan timnya lewat operan-operan pendek di depan kotak penalti lawan. Puncaknya adalah pada menit ke-83 ketika tendangan bebasnya menggetarkan jala Watford.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol di dalam pertandingan. United menang 1-0. Mata kemudian digantikan oleh Paddy McNair pada menit ke-89 dan menyerahkan ban kapten di lengannya kepada David de Gea. Tugasnya ia selesaikan dengan baik.
"Ini memang bukan penampilan terbaik kami musim ini, tapi kami butuh poin penuh, apalagi rival-rival kami gagal menang. Kemenangan ini begitu penting buat kami, karena itulah kami merayakannya," ujar Mata kepada MUTV.
"Menyenangkan menjadi kapten. Saya amat bangga dan merupakan kehormatan tersendiri mengenakan ban kapten. Ini adalah hari yang sempurna buat saya --menang, mencetak gol, dapat tiga poin, dan menjadi kapten. Saya amat bahagia!"






0 komentar:
Posting Komentar